ROKOK ELEKTRIK
Nama :
Bagus Wibisono
Nim :
15164028
ASAL MULA ROKOK ELEKTRIK
Rokok
elektrik adalah temuan yang berasal dari Negara China sana sebagai alternatif
dari rokok tembakau konvensional, yang memiliki kandungan tembakau dan bahan
lainnya yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Rokok elektrik pun akhirnya
menjadi populer di kalangan masyarakat, tidak hanya di Indonesia, namun juga
masyarakat seluruh dunia, karena diklaim memiliki resiko yang jauh lebih kecil
terhadap kesehatan dibandingkan rokok tembakau konvensional biasa.
Cara Kerja Rokok Elektrik
Cara
kerja rokok elektrik ini adalah menggunakan tenaga baterai yang akan
menghasilkan arus listrik dan kemudian bereaksi dengan berbagai macam senyawa
atau zat kimia yang terkandung di dalamnya. Dengan adanya reaksi ini, maka akan
membuat efek uap dan rasa manis yang mirip seperti ketika sedang merokok,
dengan rokok yang mengandung tembakau.
Alih-alih
menjadi alternatif rokok tembakau biasa, rokok elektrik malah menjadi bumerang
bagi penggunanya. Walaupun diklaim memiliki resiko terserang penyakit yang
lebih rendah, ternyata rokok elektrik memiliki bahaya
merokok
tembakau yang hampir sama.
Bahaya Rokok
Elektrik
1. Menyebabkan Penyakit Kanker
Apabila anda merasa bahwa rokok
elektrik tidak akan menimbulkan kanker, maka anda salah besar. Malahan rokok
elektrik memiliki senyawa atau kandungan yang secara jelas dan gamblang dapat
memicu terjadinya kanker.
Senyawa yang bernama nitrosamine
dapat memicu terjadinya penyakit kanker pada tubuh. Senyawa nitrosamine ini
diperoleh melalui proses pemanasan nikotin cair yang dilarutkan oleh gliserin
yang terdapat pada rokok elektrik. Apabila rokok elektrik menyala, maka baterai
akan memicu proses pemanasan senyawa nikotin cair tersebut dan ternyata akan menghasilkan
senyawa nitrosamine.
2. Merusak Paru-Paru
Proses pemanasan yang
terjadi pada rokok elektrik akan menghasilkan uap-uap yang mirip seperti asap
pada rokok tembakau. Uap ini akan memberikan sensasi merokok secara real bagi.
Uap yang dikeluarkan memang tidak sebanyak asap rokok tembakau biasa dan
dianggap tidak membahayakan. Namun jangan salah, uap ini juga memiliki
kandungan senyawa yang ternyata sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh, terutama
paru-paru.
Dikatakan bahwa uap yang dihasilkan oleh rokok elektrik memiliki kandungan bahaya formalin dan molekul-molekul yang bersifat karsinogenik yang dapat mengendap di dalam tubuh. Efek dari pengendapan kedua senyawa ini adalah dapat merusak paru-paru, apabila sering menggunakan rokok elektrik secara rutin.
Dikatakan bahwa uap yang dihasilkan oleh rokok elektrik memiliki kandungan bahaya formalin dan molekul-molekul yang bersifat karsinogenik yang dapat mengendap di dalam tubuh. Efek dari pengendapan kedua senyawa ini adalah dapat merusak paru-paru, apabila sering menggunakan rokok elektrik secara rutin.
3. Polusi Udara
Sekecil apapun asap atau uap yang
keluar, tetap saja masuk ke dalam polusi udara. Walaupun tidak sebanyak asap
yang keluar dari rokok tembakau konvensional biasa, namun uap yang dihasilkan
oleh rokok elektrik juga bisa dikategorikan sebagai polusi udara. Terlebih
lagi, uap yang dihasilkan oleh rokok elektrik ini memiliki kandungan formalin
dan senyawa karsinogenik, dimana akan sangat membahayakan tubuh
terutama juga pada perokok pasif di sekitar anda. Uap dari rokok elektrik
pun dianggap mengganggu lingkungan sekitar, sama seperti rokok tembakau.
4. Gangguan Pernapasan
Loh? Katanya uapnya sedikit, kok bisa
mengganggu pernapasan? Ya, jawabannya ada di dalam kandungan dietilen glikol
yang terkandung di dalam rokok elektrik. Senyawa ini merupakan suatu komponen
anti beku, yang membuat nikotin cair di dalam rokok elektrik tersebut tetap
cair dan tidak bisa beku.
Bahayanya senyawa dietilen glikol ini disinyalir bisa menyebabkan gangguan kesehatan, terutama kesehatan pernapasan pada penggunanya. Senyawa ini sudah ditetapkan sebagai salah satu racun yang sangat berbahaya bagi tubuh, terutama dalam penggunaan jangka panjang. Hal ini harus membuat kita berpikir dua kali bagi yang menjalani gaya hidup tidak sehat ini, apabila ingin menggunakan rokok elektrik sebagai pengganti rokok tembakau.
Bahayanya senyawa dietilen glikol ini disinyalir bisa menyebabkan gangguan kesehatan, terutama kesehatan pernapasan pada penggunanya. Senyawa ini sudah ditetapkan sebagai salah satu racun yang sangat berbahaya bagi tubuh, terutama dalam penggunaan jangka panjang. Hal ini harus membuat kita berpikir dua kali bagi yang menjalani gaya hidup tidak sehat ini, apabila ingin menggunakan rokok elektrik sebagai pengganti rokok tembakau.
5. Memicu Kerusakan Otak
Salah satu efek buruk yang
ditimbulkan oleh rokok elektrik yang digunakan secara sering dan berkepanjangan
adalah memicu terjadinya kerusakan otak. Ternyata sama saja kan dengan rokok
tembakau konvensional biasa? Di dalam rokok elektrik terdapat kandungan
senyawa tetramethylpyrazine. Senyawa tetramethylpyrazine inilah, yang menjadi
biang keladi dari kerusakan otak.
6. Nikotin
Rokok elektrik terkadang disarankan
kepada anda yang sedang melakukan “diet” rokok tembakau konvensional. Hal ini
di sebabkan oleh kandungan nikotin pada rokok elektrik yang ‘katanya’ lebih
rendah. Namun ternyata, kita tidak tahu secara pasti berapa kadar nikotin
yang terkandung dalam satu buah rokok elektrik yang digunakan. Ternyata efeknya
sama saja dengan nikotin yang terkandung pada rokok tembakau biasa.
7. Kadar Nikotin Tidak Tentu
Adanya nikotin saja sudah sangat
berbahaya bagi tubuh, lalu bagaimana apabila kadar nikotin yang terkandung di
dalam rokok elektrik ternyata tidak sesuai dengan label? Hal ini terjadi di
beberapa merk rokok elektrik, dimana kadar nikotin yang terkandung tidak sesuai
dengan label. tidak ada standar tertentu mengenai kadar nikotin yang terkandung
dalam rokok elektrik. Hal ini membuat anda sendiri tidak tahu, seberapa banyak
kadar nikotin yang anda hisap dan masuk ke dalam tubuh.
8. Bahan Refill Bersifat Karsinogenik
Selain nikotin cair dan nitrosamine
memiliki potensi menjadi penyebab kanker. Rokok elektrik yang dapat diisi ulang
atau refill ini memiliki kandungan senyawa berbahaya lainnya, terutama ketika
proses isi ulang. Proses refill atau isi ulang dapat menggunakan tambahan
cairan dan bahan lain, yang ternyata memiliki kandungan senyawa yang juga sama
dengan rokok tembakau konvensional biasa, yaitu bersifak karsinogenik, alias
berpotensi menimbulkan kanker pada tubuh anda.
9. Efek Candu dan Ketagihan
Apabila anda menggunakan rokok elektrik sebagai bentuk “diet” rokok tembakau konvensional, makan salah besar. Rokok elektrik yang memiliki kandungan nikotin cair, yang memiliki efek candu seperti bahaya narkoba yang tidak kalah hebat dibandingkan dengan rokok tembakau biasa.
Nikotin yang terkandung dalam rokok elektrik akan membuat tubuh merasakan sensasi yang sangat menyenangkan, yang membuat anda merasa ingin melakukannya lagi dan lagi. Disinilah bahayanya. Apabila sudah ketagihan dan rokok elektrik sudah menjadi candu, maka bahan berbahayanya yang terkandung dalam rokok elektrik akan mudah masuk ke dalam tubuh.
Apabila anda menggunakan rokok elektrik sebagai bentuk “diet” rokok tembakau konvensional, makan salah besar. Rokok elektrik yang memiliki kandungan nikotin cair, yang memiliki efek candu seperti bahaya narkoba yang tidak kalah hebat dibandingkan dengan rokok tembakau biasa.
Nikotin yang terkandung dalam rokok elektrik akan membuat tubuh merasakan sensasi yang sangat menyenangkan, yang membuat anda merasa ingin melakukannya lagi dan lagi. Disinilah bahayanya. Apabila sudah ketagihan dan rokok elektrik sudah menjadi candu, maka bahan berbahayanya yang terkandung dalam rokok elektrik akan mudah masuk ke dalam tubuh.
10. Penyempitan Arteri
Lagi-lagi nikotin menjadi biang
keladi dari rokok elektrik ini. Dengan masuknya nikotin ke dalam tubuh anda,
nikotin akan memberikan perasaan rileks dan ketagihan atau candu. Namun, lebih
dari itu, nikotin dapat mempersempit arteri di seluruh tubuh anda. Arteri
seluruh tubuh akan mengalami penyempitan, karena adanya kenaikan tekanan darah
pada tubuh anda sebagai akibat dari masuknya nikotin.
11. Membatasi Jumlah Peredaran Oksigen ke
Seluruh Tubuh
Penyempitan pembuluh darah arteri di seluruh tubuh, maka secara otomatis suplai darah dan oksigen ke seluruh tubuh anda akan terhambat. Peredaran darah yang terhambat ini secara otomatis akan membuat suplai oksigen yang diatur oleh paru-paru menjadi berkurang dan sulit untuk diedarkan.
Penyempitan pembuluh darah arteri di seluruh tubuh, maka secara otomatis suplai darah dan oksigen ke seluruh tubuh anda akan terhambat. Peredaran darah yang terhambat ini secara otomatis akan membuat suplai oksigen yang diatur oleh paru-paru menjadi berkurang dan sulit untuk diedarkan.
12. Peredaran Oksigen Sangat
Terbatas
Ternyata, rokok elektrik juga memiliki kandungan karbon monoksida yang berbahaya bagi tubuh. Karbon monoksida ini akan membatasi jumlah oksigen yang harusnya diedarkan ke seluruh tubuh anda melalui pembuluh darah. Banyak sekali efek negatif dan buruk yang ditimbulkan oleh terbatasnya peredaran suplai oksigen ke seluruh tubuh anda.
Ternyata, rokok elektrik juga memiliki kandungan karbon monoksida yang berbahaya bagi tubuh. Karbon monoksida ini akan membatasi jumlah oksigen yang harusnya diedarkan ke seluruh tubuh anda melalui pembuluh darah. Banyak sekali efek negatif dan buruk yang ditimbulkan oleh terbatasnya peredaran suplai oksigen ke seluruh tubuh anda.
13. Kemungkinan Rokok untuk Meledak
Beberapa waktu lalu ada seorang pria yang dilarikan ke rumah sakit karena mulutnya terbakar. Ternyata, mulut pria tersebut terbakar setelah rokok elektrik yang ia hisap meledak. Ya, hal ini menjadi salah satu bahaya dari rokok elektrik. Sekecil apapun kapasitas baterai dan arus listrik yang dihasilkan, namun efek ledakan yang terjadi akan sangat membahayakan diri anda sendiri.
Terlebih lagi ketika rokok elektrik ini meledak ketika anda hisap di mulut anda. Selain bahan berbahaya yang masuk ke dalam tubuh anda, bagian mulut anda pun akan mengalami cedera bakar karena meledaknya rokok elektronik tersebut.
Walaupn sebenarnya rokok elektrik merupakan terobosan baru, namun dengan kandungan bahan kimia yang sangat berbahaya bagi tubuh, ada baiknya anda menghindari penggunaan rokok elektrik. Apalagi jika ingin mencoba berhenti merokok secara total, jangan pernah menggunakan rokok elektrik, karena sama saja bahaya yang dapat ditimbulkan. Cobalah untuk melakukan bentuk-bentuk terapi untuk berhenti merokok dan terapkan gaya hidup sehat, seperti makan teratur, dan olahraga secara teratur.
Beberapa waktu lalu ada seorang pria yang dilarikan ke rumah sakit karena mulutnya terbakar. Ternyata, mulut pria tersebut terbakar setelah rokok elektrik yang ia hisap meledak. Ya, hal ini menjadi salah satu bahaya dari rokok elektrik. Sekecil apapun kapasitas baterai dan arus listrik yang dihasilkan, namun efek ledakan yang terjadi akan sangat membahayakan diri anda sendiri.
Terlebih lagi ketika rokok elektrik ini meledak ketika anda hisap di mulut anda. Selain bahan berbahaya yang masuk ke dalam tubuh anda, bagian mulut anda pun akan mengalami cedera bakar karena meledaknya rokok elektronik tersebut.
Walaupn sebenarnya rokok elektrik merupakan terobosan baru, namun dengan kandungan bahan kimia yang sangat berbahaya bagi tubuh, ada baiknya anda menghindari penggunaan rokok elektrik. Apalagi jika ingin mencoba berhenti merokok secara total, jangan pernah menggunakan rokok elektrik, karena sama saja bahaya yang dapat ditimbulkan. Cobalah untuk melakukan bentuk-bentuk terapi untuk berhenti merokok dan terapkan gaya hidup sehat, seperti makan teratur, dan olahraga secara teratur.
Perbedaan Rokok Tembakau
dan Rokok Elektrik
Rokok Tembakau
1. Menghasilkan asap merupakan hasil pembakaran tembakau
2. Rokok diketahui dapat menyebabkan penyakit jantung, impotensim gangguan kehamilan dan janin
3. Rokok mengandung nikotin, tar, arsenik, karbon monoksida, ammonia dan berbagai macam bahan kimia lainnya
4. Selan asap, rokok juga meninggalkan sampah berupa abu dan batang rokok
5. Asap rokok meninggalkan bau dan tidak larut dalam cairan
6. Satu bungkus rokok dijual dengan harga Rp. 12.000-Rp. 16.000
7. Rokok mempunyai peraturan khusus yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 109.
1. Menghasilkan asap merupakan hasil pembakaran tembakau
2. Rokok diketahui dapat menyebabkan penyakit jantung, impotensim gangguan kehamilan dan janin
3. Rokok mengandung nikotin, tar, arsenik, karbon monoksida, ammonia dan berbagai macam bahan kimia lainnya
4. Selan asap, rokok juga meninggalkan sampah berupa abu dan batang rokok
5. Asap rokok meninggalkan bau dan tidak larut dalam cairan
6. Satu bungkus rokok dijual dengan harga Rp. 12.000-Rp. 16.000
7. Rokok mempunyai peraturan khusus yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 109.
Rokok
Elektrik
1. Menghasilkan uap cair perasa buah dan nikotin yang dipanaskan
2. Belum ada data pasti tentang dampak kesehatan e-cig, namun Reuters menulis e-cig dapat menyebabkan gangguan tenggorokan, hidung dan pernapasan
3. e-cig mengandung nikotin, Vegetable Glycrein (gliserol sayuran), PG (Propylene gycol), pemanis buatan, dan macam-macam perasa buah
4. e-cig tidak meninggalkan sampah
5. Sedangkan e-cig menghasilkan uap yang dapat larut dalam cairan dan bau dari perasa buah
6. Harga e-cig bervariasi mulai dari Rp. 150.000 hingga Rp. 500.000
7. Sementara ini belum ada pengaturan khusus untuk peredaran e-cigarette dari pemerintah.
TERIMA KASIH
SEMOGA BERMANFAAT












