PENGANTAR
MANAJEMEN UMUM ( PMU )
“MANUFAKTUR”
PT. KAYABA INDONESIA Tbk.
Di Susun Oleh :
1. Fitry
Destiyanti
2. Dewi
Prianigsih
3. Ahmad Chairudin
4. Bagus
Wibisono
5. Muhammad
Arif
KELOMPOK II
TAHUN
AKADEMIK 2015/2016
SEMESTER
GANJIL
PT Kayaba Indonesia adalah pabrik shock
absorber terbesar di Indonesia yang memproduksi shock absorber menggunakan
mesin berkualitas tinggi yang memenuhi standar kualitas OEM (Original Equipment
Manufacturer).
Produk dari PT Kayaba Indonesia (PT
KYBI) digunakan oleh sekitar 90% pabrikan mobil dan motor di Indonesia, seperti
Toyota, Mitsubishi, Daihatsu dll (mobil) dan Yamaha, Suzuki, Vespa, Daytona,
dll (motor).
PT. Kayaba indonesia berdiri pada
tanggal 25 febuari 1976 di bidang otomotif.
Untuk menjaga kualitas, PT KYBI juga
telah memenuhi persyaratan dengan meraih sertifikat :
ISO
14001 : 1996 (Lingkungan dan keselamatan kerja)
ISO
9001 : 2000 (Quality)
ISO
9002 / QS 9000 : (Quality)
OHSAS18001
: 1999 (keselamatan kerja)
ISO/TS
: (Quality automotive industry)
SEJARAH
PT. KAYABA INDOESIA
PT.
Kayaba Indonesia merupakan salah satu perusahaan manufaktur di Indonesia yang
memproduksi Shock Absorber (PeredaM Kejut).
PT. Kayaba Indonesia didirikan oleh
beberapa pemegang saham dan modal. Para pemegan saham dan modal di PT. Kayaba
Indonesia antara lain adalah sebagai berikut :
1.
ASTRA GROUP 50%
2.
KAYABA INDUSTRI CO,LTD 30%
3.
YAMAHA INDONESIA MOTOR 10%
4.
TOYOTA TSUSHO CORPORATION 10%
Lokasi Perusahaan
Sebagai
perakit peredam kejut
untuk kendaraan roda dua, empat dan kereta api. PT.Kayaba
Indonesia memiliki dua buah pabrik yang terletak di:
1.
Jln. Rawa terate I No. 4 Kawasan Industri Pulo Gadung.
2.
Jln Jawa Blok II- Kawasan industri
Cibitung MM2100 Cikarang barat.
1.
Tahun 1977
Pembangunan sarana dan
prasana serta kelengkapan mesin-mesin produksi yang di perlukan. Produksi yang
pertama kalinya pelaksanaan produksi piranti peredam kejut.
2.
Tahun 1978
Pelaksanaan produksi
pembuatan shock absorber fornt fork dan Oil cushion unit.
3.
Tahun 1979
Penjualan peredam kejut
ke pasar bebas.
4.
Tahun 1982
Perluasan lahan baru
dengan menambah area industry dengan luas area 28.723m3. Pembentukan organisasi 5K dalam management PT.
Kayaba Indonesia dan pembentukan organisasi QCC (Quality Control Cyrcle).
5.
Tahun 1985
Penjualan peredam kejut
“Super 1000” untuk pasar bebas
6.
Tahun 1986
Penjualan OCU untuk
pasar bebas, penjualan peredam kejut gas dan penjulan stay damper untuk
karoseri kendaraan.
7.
Tahun1988
Pembuatan serta
penjualan shock absorber kerta api. Penambahan line baru untuk piston
rod, dan pembentukan organisasi P2K3.
8.
Tahun 1990
Perubahan tata letak
perkantoran, gudang dan lay out mesin-mesin. Perubahan seragam menjadi
putih-putih.
9.
Tahun 1991
Penambahan line
baru (underbracket machining, inner tube, outer tube, casting). Dan
penerapan system kanban di line produksi.
10. Tahun 1995
(Oktober)
PT Kayaba Indonesia II
dibangun dan mulai beroperasi.
11. Tahun 1997 (Januari)
PT Kayaba Indonesia memperoleh
sertifikat ISO 9002
12. Tahun 1997 (September)
PT Kayaba Indonesia menambah factory
baru di kawasan industri MM2100 Cibitung.
13. Tahun 2003 (April)
Factory
di kawasan industry MM2100 Cibitung diresmikan untuk produk shock absorber roda
dua.
14. Tahun 2006 (Januari)
Penambahan line fronk fork baru
di plan cibitung.
15. Tahun 2007 (February)
Perubahan simbol PT Kayaba Indonesia.
16. Tahun 2008
Produksi shock absorber 4W pindah
dari Kawasan Industri Pulogadung ke Kawasan Industri MM2100 Cibitung, seluruh
kegiatan produksi shock absorber dilaksanakan di Cibitung.Tahun 2009
17. Tahun 2011
Pembutan serta meresmikan masjid dan
ruang packaging, painting dan parking are for motorcycle.
Adapun visi misi perusahaan, sebagai
berikut :
Visi
Menjadi supplier komponen otomotif kelas
dunia, sebagai mitra usaha pilihan utama di Indonesia.
Misi
Mengembangkan Industri komponen otomotif
yang handal dan kompetitif, serta menjadi mitra strategis bagi para pemain
industri otomotif di Indonesia dan Regional.
Menjadi warga usaha yang
bertanggungjawab dan memberikan kontribusi positif kepada stakeholders.
STRUKTUR ORGANISASI
PT. KAYABA INDOESIA
PT Kayaba Indonesia dipimpin oleh Board
of Commissioners yang
membawahi Board of Directors (BOD).
BOD terdiri dari President Directors,
Vice Directors, dan Director. BOD
membawahi beberapa departemen, yaitu:
A. Marketing, terdiri dari departemen
Marketing dan CPC (Cost Plan &
Controlling).
B. Procurement
C. Plant 2W
Departemen ini mengelola produksi roda
dua (2 wheel), yaitu Front Fork
dan Oil Cushion
Unit (OCU). Departemen ini terdiri dari:
1)
PDE 2W (Product Developing Engineering 2 Wheel)
2)
PPC (Production Planing Control)
3)
Production I (produksi Front Fork)
4) Production II (produksi OCU)
5)
PCM 2W (Process Engineering and Maintenance)
6)
QA (Quality Assurance) 2W
7)
Ware House 2W
D. Plant 4W
Departemen ini mengelola produksi roda
empat (4 wheel), yaitu Shock
Absorber dan Stay Damper. Departemen ini
terdiri dari:
1) PDE 4W (Product Developing
Engineering 4 Wheel)
2) PPC (Production Planing Control)
3) Production
4) PCM 4W (Process Engineering and
Maintenance)
5) QA (Quality Assurance) 4W
6) Ware House 4W
E. HRD (Human Resource Development)
& MIS (Management Information
System)
F. Treasury & Accounting
Sedangkan EHS (Environment, Health
and Safety) dan ATQM (Astra Total
Quality Management) masuk ke dalam
Management Improvement Committee
yang berada di bawah BOD secara langsung.
Bagan struktur organisasi PT. Kayaba
Indonesia adalah sebagai berikut:
PRODUKSI
Terdapat beberapa tipe Shock Absorber yang diproduksi
diantaranya Oil Cushion Unit yang
berfungsi sebagai peredam kejut bagian belakang untuk kedaraan roda dua, Front
Fork yang berfungsi sebagai peredam
kejut bagian depan untuk kedaraan roda dua serta Shock Absorber itu
sendiri, istilah ini sering digunakan untuk peredam kejut pada kendaraan
roda empat atau lebih, Strut yaitu peredam kejut yang digunakan pada bagian
depan kendaraan roda empat atau lebih, serta stay damper yang merupakan
peredam yang sering dipasang pada pintu belakang mobil.
Produk-produk tersebut dapat terlihat pada gambar
berikut :


PROSES
PEMBUATAN PRODUKSI
1. Bahan Baku
Bahan baku untuk pembuatan produk di PT
Kayaba Indonesia terdiri dari
bahan mentah dan bahan setengah jadi
dari Suplier. Bahan mentah terdiri dari iron
pipe (pipa besi), Piston, dan Ingot.
Sedangkan bahan setengah jadi terdiri dari
Spring, Under Bracket, dan komponen-komponen
kecil seperti Nut, leaf valve,
bolt, Cap, O’ring, dan lain-lain.
2. Bahan Tambahan
Bahan tambahan pembuatan produk antara
lain Oli, Thinner dan Cat untuk
proses Painting, cairan Chrom dalam
proses Plating, Coolant untuk pendingin
dan proses Grinding, cairan Actrel
untuk proses Cleaning part, gas Nitrogen
untuk Welding.
Bahan pendukung lainnya adalah kain
majun, plastik, kardus, dan kertas label.
3. Alur Proses Produksi
PT
Kayaba Indonesia memproduksi Front Fork, Oil Cushion Unit untuk roda
dua, dan Shock Absorber untuk roda
empat.
A. Alur Produksi Front Fork (FF)
Proses pembuatan FF terdiri dari 4
bagian, yaitu bagian Inner Tube, Cylinder,
Outer Tube,
dan Under Bracket.
1.) Inner tube Complete
Pada bagian ini bahan baku berupa pipa
besi melalui tahapan-tahapan yaitu
Cutting off (pemotongan) sesuai ukuran
desain, Borring&Treading (pembentukan
ulir) pada bagian dalam pipa, proses Grinding
(penghalusan) permukaan, Plating
(pelapisan menggunakan Chrom)
sehingga permukaan mengkilat dan keras,
proses Buffing (penghalusan)
permukaan inner tube, Inspecting (pemeriksaan),
kemudian Caulking (penutupan celah).
Inner tube Complete siap untuk
digabungkan dengan bagian Cylinder
Complete.
2.) Cylinder Complete
Pada bagian ini raw material berupa
pipa besi dengan ukuran yang lebih besar
dari inner
tube. Tahap pertama adalah Cutting Off (pemotongan), kemudian Hot
Forming (pembentukan pipa menjadi bentuk
sesuai desain), proses Machining
(permesinan), dan Threading
(pembuatan ulir). Cylinder Complete kemudian
melalui tahap inserting (penyisipan
Inner tube), kemudian siap disisipkan ke
dalam Outer Tube Complete.
3.) Outer Tube Complete
Pada bagian ini dilakukan proses
pembuatan Outer Tube. Bahan baku yang
digunakan adalah ingot yaitu batangan
Aluminium. Ingot dilebur dalam proses
Melting dengan
suhu di atas 700o C menjadi Molten agar mudah dicetak sesuai
desain. Proses pencetakan ini disebut Casting.
Setelah itu dilakukan Inspecting,
proses Machining (permesinan),
Buffing (penghalusan permukaan), Inspecting
Buffing, Painting (pengecatan),
Inspecting Painting, dan Outer Tube Complete
siap di gabungkan dengan Inner Tube
dan Cylinder yang telah digabungkan
sebelumnya dalam proses Assembling
(perakitan).
4.) Under Bracket Complete
Pada bagian ini bahan baku berupa Under
Bracket dan Iron Pipe (Cutting off
terlebih dulu), kemudian keduanya
dilakukan proses press dan welding. Setelah
menyatu, dilakukan proses Painting
pengecatan), Inspecting Painting, dan Under
Bracket Complete siap Assembling
(perakitan) dengan bagian-bagian pada proses
sebelumnya.
Setelah keempat bagian dirakit, proses
selanjutnya adalah Oil Filling
(pengisian oli), Inserting
(penyisipan Spring) dan terakhir adalah Function Test
(pengujian fungsi). Front Fork yang
telah lolos uji dikemas (packaging) sebelum
dikirim ke Customers.
B. Alur Produksi Oil Cushion Unit (OCU)
OCU merupakan peredam kejut sepeda motor
pada bagian belakang. Alur
proses pembuatannya terdiri dari
pembuatan bagian Piston Rod, Outer Shell
Complete, dan Cylinder Complete.
1) Piston rod
Pada bagian ini
bahan baku berupa Piston, dilakukan Machining (permesinan) menjadi
bentuk sesuai desain, kemudian Grinding (penghalusan permukaan), Plating
(pelapisan Chrom), Buffing, Inspecting Buffing, Welding, Cleaning, Inserting
(valve, spring, piston). Piston Rod kemudian disisipkan ke dalam
Cylinder Complete bersama Outer Shell
Complete pada proses Assembling.
2) Outer Shell Complete
Pada bagian ini raw material berupa
pipa besi dilakukan proses Inspection lebih dahulu, kemudian Cutting off
(pemotongan), Chamfeing (penutupan salah satu ujung dengan Cap), Welding
(pengelasan), Buffing, Inspecting Buffing. Outer Shell siap disisipkan ke dalam
Cylinder Complete.
3) Cylinder Complete
Bahan baku pada bagian ini adalah pipa
besi yang ukurannya lebih besar daripada pada bagian Outer Shell. Tahap awal
adalah Inspection, kemudian dilakukan proses Cutting Off, Chamfering,
Cleaning, dan Smothness Inspection (pemeriksaan kehalusan permukaan bagian dalam). Setelah
itu proses perakitan dengan Valve, inserting Outer
shell Complete, Oil Filling, dan Inserting Piston
Rod. Setelah
ketiga bagian digabungkan, proses selanjutnya adalah Performance Tester
(pengujian kinerja), Painting, Inspection Painting, perakitan dengan Spring,
Mounting, Marking, Inspection, dan Packaging sebelum akhirnya dikirim ke Customers.
C.Alur Proses Shock Absorber (SA)
SA merupakan
peredam kejut untuk roda empat. Pembuatan SA terdiri dari 4
bagian yaitu Piston Rod SA, Outer
Shell SA, Cylinder SA, dan Cover.
1.) Piston Rod SA
Pada bagian ini
bahan baku berupa Piston, dilakukan Machining (permesinan) menjadi bentuk
sesuai desain, kemudian Grinding (penghalusan permukaan),Plating (pelapisan
Chrom), Buffing, Inspecting Buffing, Welding, Cleaning,Inserting (valve,
spring, piston). Piston Rod kemudian disisipkan ke dalam Cylinder Complete
bersama Outer Shell Complete pada proses Assembling.
2.) Outer Shell SA
Pada bagian ini raw material berupa
pipa besi dilakukan proses Inspection lebih
dahulu, kemudian Cutting off (pemotongan), Chamfeing (penutupan salah satu ujung dengan Cap), Welding
(pengelasan), Buffing, Inspecting Buffing. Outer Shell siap disisipkan ke dalam Cylinder
Complete.
3.) Cylinder SA Complete
Bahan baku pada bagian ini adalah pipa
besi yang ukurannya lebih besar
daripada pada bagian Outer Shell.
Tahap awal adalah Inspection, kemudian dilakukan
proses Cutting Off, Chamfering, Cleaning, dan Smothness Inspection (pemeriksaan kehalusan permukaan bagian dalam). Setelah
itu proses perakitan
dengan Valve, inserting Outer shell
Complete, Oil Filling, dan Inserting Piston Rod.
4.) Cover
Pada bagian ini dilakukan Inspection
terlebih dulu pada raw material, kemudian Cutting Off, Cleaning, dan
Welding dengan hasil Assembling 3 tahapan sebelumnya.
Selanjutnya adalah proses Mounting,
Painting, Inspection, dan kemudian Packaging sebelum dikirim ke Customers.
TERIMA
KASIH
DOSEN PEMBIMBING
ASEP JALALUDIN, S.T, M.M
PENGANTAR MANAJEMEN UMUM
STMIK
MIC CIKARANG

Tidak ada komentar:
Posting Komentar